jump to navigation

VoIP: Boleh atau Tidak December 18, 2004

Posted by Mas Wigrantoro Roes Setiyadi in Galery Gambar.
trackback

Belum lama ini terbit Surat Keputusan (SK) Dirjen Postel No.199/2001 yang mengatur tentang tata cara perijinan dan penyelenggaraan Voice over Internet Protocol (VoIP). SK Dirjen Postel ini oleh sebagian pihak dinilai kontroversial, dan oleh karenanya mengundang protes, karena adanya ketentuan bagi penyelenggara layanan VoIP untuk menyediakan jaminan pelayanan berupa deposito senilai Rp. 10 milyar. Meski tujuannya baik, membuka pelayanan VoIP dan melindungi pengguna, namun dari aspek substansi dan proses pembuatan keputusan SK ini menunjukkan pemerintah tidak cermat dalam menetapkan kebijakan. Kolom ini akan membahas sebagian kecil dari aspek – aspek yang relevan seperti: apa itu voip, apa mudharat serta manfaat sosial bagi masyarakat, serta kebijakan apa yang sebaiknya diterapkan berkaitan dengan pembangunan dan penyebaran telematika di Indonesia.

Meningkatkan efisiensi
Ravich (2000) dalam Marketization and Democracy, East Asian Experiences, dengan tegas menyatakan, teknologi yang menawarkan pelayanan jasa secara lebih murah dan efisien tidak dapat dibendung. Fakta menunjukkan bahwa sekuat apapun suatu rejim pemerintahan menghambat penggunaan teknologi baru dalam proses industri maupun jasa pelayanan, toh pada akhirnya desakan pasar tidak dapat ditahan. Oleh karena itu upaya pemerintah meregulasi penggunaan teknologi, bila tidak disertai dengan kajian yang komprehensif, dapat diperkirakan kebijakan tersebut akan sia – sia belaka. Bukti empiris pernah terjadi di Indonesia, ketika Departemen Penerangan, pada waktu itu, melarang penggunaan Direct Broadcasting Satellite (DBS) dan pencetakan koran jarak jauh (remote publishing). Apapun alasannya, namun toh pada akhirnya kedewasaan pasar-lah yang membuktikan bahwa kebijakan pelarangan tersebut hanya menambah noda hitam di wajah pemerintah.

VoIP, yang oleh Tharom dan Onno Purbo didefinisikan sebagai suatu sistem yang menggunakan jaringan Internet untuk mengirimkan data paket suara dari suatu tempat ke tempat lain menggunakan perantara protokol Internet (IP atau Internet Protocol) pada kenyataannya memberikan efisiensi kinerja jaringan telekomunikasi konvensional. Dengan teknologi VoIP, setidaknya tiga jenis layanan komunikasi publik – komunikasi suara, surat suara (voice mail) yang dapat ditinggalkan pada nomor yang dihubungi, dan transmisi faksimili – memiliki kualitas yang hampir sama dengan teknologi komunikasi konvensional sebelumnya. Efisiensi yang dihasilkan disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah informasi yang mengalir pada saluran telekomunikasi. Bila semula satu saluran hanya dapat digunakan untuk satu sessi pembicaraan, dengan VoIP saluran yang sama dapat digunakan oleh delapan atau lebih sessi pembicaraan. Penghematan penggunaan bandwidth inilah yang kemudian tercermin dari lebih murahnya biaya telekomunikasi menggunakan VoIP dibandingkan dengan yang konvensional. Akan tetapi, keuntungan bagi pengguna jasa telekomunikasi baru dapat dirasakan untuk komunikasi jarak jauh (SLJJ) dan internasional (SLI), untuk komunikasi lokal biasa, VoIP tidak memberikan manfaat berarti bagi pelanggan telepon.

Manfaat Sosial
Suatu pelayanan publik harus memberi manfaat sosial yang lebih besar dari biaya yang harus dikeluarkannya. Demikian pendapat para ahli kebijakan publik setiap kali memberikan advokasi untuk berbagai masalah kebijakan. Manfaat sosial yang dimaksud tidak saja bagi sisi permintaan atau dalam kasus ini pelanggan telepon, namun juga bagi penyedia jasa layanan dan stakeholder lainnya. Dengan demikian, bila pelayanan jasa VoIP akan dibuka, maka penikmat manfaatnya sebaiknya tidak terbatas pada segelintir pengguna telepon yang sering ber-SLJJ dan ber-SLI saja, namun juga penyelenggara jaringan telekomunikasi (saat ini masih dimonopoli oleh PT. Telkom), pelanggan telepon biasa yang tidak banyak memiliki permintaan untuk SLJJ dan SLI, serta masyarakat yang belum memiliki kesempatan menjadi pelanggan telepon.

Konsep manfaat sosial ini sebetulnya bukan hal baru, karena sejak lama Vilfredo Pareto (1848 – 1923) telah mengajarkan kepada kita alokasi sumber daya yang efisien (pareto efficient). Pareto mengatakan: An allocation is efficient if goods cannot be reallocated to make someone better off without making someone else worse off. Poin yang ingin disampaikan di sini adalah, meskipun ada alokasi atau penggunaan sumber daya yang menguntungkan bagi sementara pihak namun bila akibat dari eksploitasi sumber daya tersebut mengakibatkan kerugian bagi pihak lain terkait, maka upaya tadi dikatakan tidak efisien dan oleh karena itu tidak menciptakan manfaat sosial yang optimal.

Dengan kerangka pikir ini timbul pertanyaan, apakah penyelenggaraan VoIP dapat atau sudah efisien dan memberikan manfaat sosial yang optimal? Satu sumber mengatakan bahwa ada penyelenggara VoIP yang sudah melayani trafik komunikasi mencapai 6 juta pulsa per bulan. Jika harga rata – rata per pulsa $5 cent (untuk SLJJ dan SLI), maka pendapatan per bulan penyelenggara VoIP tadi mendekati Rp. 3 Milyar (dengan kurs USD = Rp. 10,000). Jika selama ini ada 18 penyelenggara dengan rata – rata penghasilan yang sama, maka nilai bisnis VoIP mencapai Rp. 648 Milyar per tahun. Nilai sebesar inilah yaang sebelumnya menjadi jatah bagi Telkom dan Indosat yang nota bene sebagai pemegang monopoli SLJJ dan SLI. Angka tadi masih bisa lebih besar lagi bila penggunaan VoIP oleh perusahaan – perusahaan multi nasional dimasukan dalam perhitungan. Sudah bukan rahasia lagi, dan bukan hal yang sulit bagi perusahaan besar untuk menambah fasilitas Intranet-nya dengan server VoIP, sehingga bagi perusahaan tersebut diperoleh penghematan biaya telekomunikasi.

Dari sisi pemakai, ternyata terbesar ada di Jakarta disusul kota – kota besar di Jawa lainnya. Survei untuk melihat profil pengguna VoIP belum pernah diadakan, namun dapat diperkirakan mereka yang menggunakan VoIP jelas bukan dari golongan menengah ke bawah yang sedikit memiliki keperluan untuk ber-SLJJ apalagi SLI. Ketika mengamati stand penyelenggara jasa VoIP – meski tidak dikatakan sebagai VoIP – dalam suatu pameran, penulis melihat sebagian besar pengunujng yang tertarik adalah mereka yang berpenampilan sebagai profesional atau mahasiswa. Jika demikian, kesimpulan sementara yang dapat diajukan adalah bahwa meski VoIP secara teknis mampu memurahkan biaya telekomunikasi, namun penyelenggaraannya belum memberikan nilai tambah bagi sebagian besar anggota masyarakat yang belum menikmati sarana telekomunikasi. Selain itu, harus diakui bahwa penyelenggaraan VoIP telah mengurangi potensi penghasilan penyelenggara jaringan, atau bila kita menggunakan pendekatan pareto efficiency, belum memberikan manfaat sosial yang efisien.

Kebijakan Publik
Adam Smith dengan konsepnya the invisible hand mengajarkan bahwa the economy will automatically allocate resources efficiently without the need for governmental regulatory control. Idealnya, mekanisme pasarlah yang mengatur ekonomi, namun hal ini hanya mungkin terjadi ketika pasar sudah kompetitif dan pelakunya tidak sembrono (negligence). Masuknya kendali pemerintah oleh karena itu, harus berlatar belakang mencegah kegagalan pasar, bukan untuk membuat entry barrier, memberi kemudahan dan atau perlindungan bagi pihak tertentu saja. Azas manfaat dan keadilan juga harus dipertimbangkan dalam menetapkan kebijakan. Untuk melindungi pelanggan perlu jaminan, namun sebaiknya bukan dalam bentuk uang tunai yang ditahan, melainkan berikan kewajiban lain yang lebih produktif

Lazimnya, perusahaan akan enggan meninggalkan pasar bila sunk cost akibat penarikan diri ini besar sekali, sebaliknya jika tidak ada resiko maka akan dengan mudah perusahaan meninggalkan pasar. Sementara itu, penyelenggaraan VoIP jelas tidak memerlukan investasi dalam jumlah besar sebagaimana harus ditanggung oleh penyelenggara jaringan. Padahal kenyataannya dengan adanya VoIP potensi penghasilan yang sebelumnya dinikmati penyelenggara jaringan dari SLI dan SLJJ sebagian sekarang diambil oleh penyelanggara VoIP. Akibatnya ada keengganan pada penyelenggara jaringan untuk melakukan ekspansi jaringan ke daerah – daerah yang selama ini belum terlayani. Pengusaha jaringan, karena tidak mau ketinggalan akhirnya memasuki bisnis baru termasuk VoIP dan melupakan kewajibannya membangun dan memperluas jaringan. Dapat dibayangkan jka akhirnya yang kaya makin kaya, yang tertinggal tetaplah tidak terjangkau oleh sarana telekomunikasi apalagi akses ke Internet.

Dengan memperhatikan bahwa: (1) penggunaan teknologi yang efisien tidak boleh dihambat, (2) penyelenggaraan VoIP belum memberikan manfaat sosial yang optimal, (3) penikmat VoIP masih terbatas pada sebagian kecil kelompok masyarakat (4) masih adanya perilaku pengusaha yang sembrono, dan (5) masih dibutuhkan penambahan dan penyebaran jaringan telekomunikasi di daerah – daerah; maka kebijakan publik yang sebaiknya dilakukan berkaitan dengan ini adalah: (1) membuka selebar – lebarnya penyelanggaraan VoIP, (2) menetapkan standar kualitas pelayanan, dan (3) mewajibkan kepada penyelenggara VoIP untuk membangun jaringan telekomunikasi tetap lokal sebanyak nilai tertentu di daerah daerah yang ditetapkan pemerintah, dan (4) mewajibkan kepada penyelenggara jaringan saat ini (Telkom dan Indosat) untuk bersedia bekerja sama dengan penyelenggara VoIP yang membangun jaringan telekomunikasi, secara menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Mas Wigrantoro Roes Setiyadi

About these ads

Comments»

1. Benny Wicaksono - July 17, 2007

BERGABUNG DALAM DUNIA VOIP DAN BISNIS VOIP!!!

HELLO,
Saya Benny Wicaksono, Marketing VOIP dari Quest International Communication Ltd. (QIComm Ltd.)

Menawarkan Produk2 dengan layanan Voip,
Dengan operator QIComm terbesar di eropa dengan standard ISO 9001:2000, Telah resmi masuk di Indonesia sejak Th.2000.

PRODUK VOIP:
1. Call by Voip Gateway
2. Call by HP (Handphone) dualmode VOIP/GSM
3. Call by Telepon rumah Wireless dualmode VOIP/PSTN
4. Call by Softphone

HARDWARE DI PRODUKSI OLEH:
Quest Technologies Ltd (www.QT-Ltd.com)
Linksys Cisco (www.Linksys.com)

LAYANAN JASA:
In-Voice (www.In-Voice.com)

OPERATOR:
QIComm (www.QIComm.com)

KEUNGGULAN PRODUK:
1. Telepon GRATIS sesama VOIP
2. Hemat 95% telepon SLI (Dengan VOIP ke Operator GSM/CDMA/PSTN)
3. Hemat 90% telepon SLI (Dengan GSM/CDMA/PSTN ke Operator GSM/CDMA/PSTN)
4. Hemat 85% telepon SLJJ (Dengan VOIP ke Operator GSM/CDMA/PSTN)
5. Hemat 70% telepon SLJJ (Dengan GSM/CDMA/PSTN ke Operator GSM/CDMA/PSTN)
6. Sangat Mobile, Tetap HEMAT sekalipun TANPA internet (VOIP)!
7. Penggunaan pada HP (GSM/CDMA) tidak harus copot kartu
8. Garansi 3th
9. Gratis bicara 100menit/bulan selama 2tahun pertama
10. Dapat Website Account (FREE!)
11. Dapat QI Franchise Business (FREE!)

Contact saya untuk info / brosur / seminar (FREE!),
Benny Wicaksono (0856.9922.596)

Warm Regards,
Benny Wicaksono, ST

NB:
Silahkan bergabung dalam bisnis VOIP (FREE!)
Check: (www.Quest.net)
Kategori produk : Telecom Products

2. Benny Wicaksono ST - July 24, 2007

MOBILITAS PENGGUNA VOIP & PELUANG BISNIS VOIP !!!

Perkenalkan, Saya Benny Wicaksono.

Saya marketing dari Quest Technologies Ltd. bergerak dalam bidang Telekomunikasi khususnya VoIP (Voice over Internet Protocol) telah mendapat sertifikat ISO 9001:2000. Memanfaatkan teknologi milik kita sendiri mulai dari Hardware, Jasa Provider, hingga Infrastruktur Telekomunikasi. Memberikan kemudahan serta mobilitas bagi para pengguna jasa layanan VoIP.

Tidak hanya dapat digunakan dari Internet ke Internet. Tapi dapat digunakan dari INTERNET KE OPERATOR lain di 220 Negara. Bahkan dapat digunakan TANPA INTERNET yaitu dari Operator ke Operator lain baik melalui Handphone (GSM/CDMA), PSTN (Telefon rumah), PABX (Telefon kantor), FAX, atau Public Phone (Telefon Umum). Tentu dengan tarif yang luar biasa hemat yaitu HEMAT 95% UNTUK SAMBUNGAN LANGSUNG INTERNATIONAL (SLI) dan HEMAT 70% UNTUK SAMBUNGAN LANGSUNG JARAK JAUH (SLJJ).

Serta memberikan PELUANG BISNIS (FRANCHISE) kepada customernya secara cuma – cuma dengan potensi income sebesar US$250 – US$15,000 / Month. Sistem bisnis yang digunakan adalah Flat Marketing. Hebatnya peluang bisnis ini tidak hanya bergerak dalam bidang Telekomunikasi (VOIP), tapi dalam berbagai bidang bisnis elit lainnya. Seperti : Pariwisata (Resorts & Spa), Perhiasan (Sertifikat B.H Mayermint Germany), Otomotif (Sepeda Motor SUZUKI), Electronic (Digital Camera), Body & Health (Bio Disc).

HARGA:
A. 1 PAKET LAYANAN VOIP : Rp. 5,8 Juta. (Informasi lengkap baca Brosur)
Sudah termasuk : Ongkos Kirim & Peluang Bisnis (Franchise)!
B. PAKET PARSIAL LAYANAN VOIP : Rp. 2,9 Juta. (Informasi lengkap baca Brosur)
Sudah termasuk : Ongkos kirim & Peluang Bisnis (Franchise)!

Important Link:
LAYANAN VOIP (VOICE OVER INTERNET PROTOCOL)
Perusahaan : Quest Technologies Ltd. : http://www.qt-ltd.com
Hardware : Linksys Cisco Inc. : http://www.linksys.com
Jasa : In-voice : http://www.in-voice.com
Infrastruktur : QiComm Ltd. : http://www.qicomm.com

PELUANG BISNIS (FRANCHISE BUSINESS)
Perusahaan Induk : Quest International Ltd. : http://www.qi-ltd.com
Marketing : QuestNet Ltd. : http://www.quest.net

Untuk pembelian, informasi lebih lanjut, atau mendapatkan brosur dapat langsung menghubungi:

Bpk. Benny Wicaksono (IR ID : HU 096085)
Hp: 0856.9922.596
Email: beni_wtc@yahoo.com
WTC (World Trade Centre)
Wisma Metropolitan II Lt.11 & 15
Jl. Jend. Sudirman KAV 29-31
Jakarta 12920.
(Meeting by appointment only).

Warm Regards,
Benny Wicaksono

3. Bp. Benny - September 17, 2007

Informasi Peluang Bisnis QI GROUP

Sifat Dasar Usaha : Franchise

Sistem Usaha : FLAT Marketing

Divisi Usaha :
1. Telekomunikasi (VOIP)
2. Pariwisata
3. Kesehatan
4. Perhiasan
5. Tiket & Tour
6. Otomotif

Penjelasan Ringkas :
Baru ingin berbisnis atau Anda memang ingin menjadi pengusaha muda (Entrepreneur)? Tapi tidak ingin repot dengan segala urusan stok barang, pengiriman, sewa toko, gaji pegawai, dan lain2. Maka Peluang Bisnis QI Group tepat untuk Anda! Bisnis QI menerapkan peluang bisnis E-Commerce sama halnya seperti Amazon.com yang merupakan Toko Online terbesar di dunia. Bisnis QI pun membuka Toko Online yang dapat di akses hingga ke 180 negara di dunia, dengan memfokuskan bisnis pada 5 divisi usaha yaitu ; Telekomunikasi, Pariwisata, Kesehatan, Perhiasan, Tiket & Tour. Anda berkesempatan untuk mempromosikan produk – produk QI, dengan potensi penghasilan US$ 250 – US$ 15,000/Week (Komisi per-produk adalah US$ 42/Unit).

1. Biaya Investasi relatif terjangkau (mulai Rp.100ribu s/d Rp.2,9Jt), sudah termasuk Virtual Office (Toko Online Pribadi)
2. Komisi Flat (sama rata) US$ 42/Unit
3. Kantor perwakilan QI berlokasi di pusat bisnis WTC Sudirman Jakarta, melayani Customer Service 24 Jam
4. Kantor bisnis QI menyediakan exclusive room untuk meeting & presentasi
5. Tingkat resiko bisnis yang rendah
6. Tersedia mentor pembimbing

Info lebih lanjut : http://infofranchise.blogspot.com
Contact person : 0856.9922.596 (Benny Wicaksono)

4. norman - November 15, 2007

yth,
bisa berikan saya info lengkap product ngak pak ?/bisa kirim ke email saya

trims


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: