Dinamika Bisnis Web Hosting April 11, 2007
Posted by Mas Wigrantoro Roes Setiyadi in Blogroll.trackback
Pengantar
Saya mendapat pertanyaan dari rekan wartawan Majalah SWA tentang dinamika bisnis web hosting di Indonesia. Berikut saya sampaikan jawaban saya atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Mudah-mudahan bermanfaat.
-
Menurut pengamatan Anda, seperti apa sih dinamika bisnis web hosting di tanah air? Apa yang membuat bisnis web hosting di Indonesia sarat pemain (padahal, penetrasi Internet di Indonesia kan masih rendah)?
Pertumbuhan jumlah perusahaan yang memberikan layanan webhosting dari tahun ke tahun semakin meningkat, indikatornya bisa dilihat di google, jika di beberapa tahun lalu bila kita mencari dengan kata kunci “perusahaan Indonesia penyedia layanan webhosting” akan mendapat jawaban tidak lebih dari 100 entry, dari angka tersebut, sekitar 15% menunjukkan jumlah perusahaan penyedia layanan webhosting. Hari – hari ini, Anda akan dapat memperolehnya hingga mencapai angka di atas 700. Dari angka 700-an tersebut jika digali lebih dalam akan muncul sekitar seratusan perusahaan yang menawarkan jasa layanan Internet sesuai dengan spesifikasi webhosting. Artinya? Untuk pasar layanan jasa Internet di Indonesia yang total nilai bisnisnya diperkirakan mencapai Rp 2 Triliun pad atahun 2006, persaingan menjadi semakin sengit. Pemain semakin banyak, laju pertumbuhan jumlah perusahaan penyedia jasa webhosting labih cepat dari laju pertumbuhan industri Internet. Akibatnya banyak penyedia layanan webhosting yang menawarkan harga murah sebagai sarana persaingan, dan ujung-ujungnya hanya mereka yang kuat permodalannya dan yang benar-benar menguasai bisnis ini saja yang akan survive.
Webhosting dapat dikategorikan sebagai layanan outsorcing, perusahaan yang membutuhkan layanan Internet tidak harus membuat dan mengoperasikan sendiri namun dapat menggunakan jasa perusahaan yang secara khusus melayani jasa tersebut. Dengan webhosting dan outsourcing perusahaan dapat menghemat belanja modal (capex), dan fokus pada bisnis utamanya, atau pada kompetensi inti yang menjadi keunggulan perusahaan. Bagi sementara perusahaan yang belum memiliki kemampuan teknis di bidang ICT sementara tuntutan persaingan sudah mengharuskan perusahaan memiliki layanan bisnis berbasis Internet, webhosting yang dapat melayani berbagai Internet-based Service akan sangat membantu. Hal inilah yang dimaksudkan Internet memberi peluang besar bagi perusahaan kecil untuk dapat bersaing dengan perusahaan besar, karena yang kecil tidak perlu harus memiliki, tetapi yang penting dapat memanfaatkan sumberdaya Internet yang disediakan oleh pihak lain.
Selain dari manfaat bisnis sebagaimana disebut di atas, jasa webhosting semakin marak diperkirakan juga disebabkan oleh masih minimnya ketersediaan sarana atau infrastruktur telekomunikasi. Bagi perusahaan yang lokasi fisiknya berada di daerah yang belum tersedia layanan broadband misalnya, akan sangat terbantu untuk dapat cepat masuk ke dunia cyber dengan jasa webhosting (colocation). Dengan demikian, suatu kabupaten di luar jawa yang fasilitas telekomunikasinya masih minim, tidak harus menunggu sampai di daerahnya terpenuhi layanan tersebut, untuk dapat menyajikan informasi kekayaan alam dan wajah Bupatinya di hadapan publik Internet. Demikian suatu perusahaan pengalengan jagung muda di Bengkulu Selatan, atau pengalengan ikan di Ciamis segera dapat menggelar website-nya dan melakukan e-bisnis dengan mitra di luar negeri tanpa harus membangun fasilitas ICT di lokasi mereka berada.
Intinya, di satu pihak kesadaran dan pemahaman (khususnya di kalangan bisnis) bahwa Internet membuktikan dirinya menjadi sarana bisnis yang sangat penting, sudah semakin meningkat. Kebutuhan terhadap layanan Internet meningkat dari tahun ke tahun. Namun demikian di sisi lain, penyediaan sumber daya manusia, infrastruktur telekomunikasi dan akses ke Internet belum dapat tersedia di semua tempat yang dikehendaki, wal hasil webhosting menjadi salah satu solusinya.
2. Dari segi prospek bisnis, apakah bisnis web hosting ini prospektif dan menggiurkan? Seberapa besar potensi bisnisnya?
Dalam kondisi ideal, webhosting tidak diperlukan. Sama seperti Warnet dan Wartel, jika semua orang, semua rumah tangga sudah memiliki dan tersedia layanan Internet dan atau telekomunikasi maka warnet dan atau wartel tidak dibutuhkan. Persoalannya, kondisi ideal tidak pernah atau sulit akan tercapai, artinya masih tetap akan ada gap antara permintaan dan penyediaan. Di sinilah peran webhosting akan mengisi gap tersebut, mengisi ketidak-mampuan memenuhi sumber daya internet yang dibutuhkan perusahaan. Banyak bisnis yang sukses karena pelakunya mampu mengindentifikasikan, mengisi dan menjaga agar gap (atau peluang bisnis) tetap eksis dan hanya menjadi miliknya. Dengan memerhatikan hal-hal tersebut (masih besarnya peluang, kemampuan teknis yang dimiliki oleh penyedia webhosting, modal awal yang relatif tidak terlalu besar, dan lain sebagainya) saya berani katakan potensi bisnis webhosting akan semakin besar di masa mendatang.
Menteri Kominfo dan Ketua Umum Perbanas belum lama in mengatakan bahwa Pemerintah dan kalangan Perbankan utnuk tahun – tahun mendatang tidak akan melakukan investasi ICT sendiri, tetapi akan menggunakan jasa swasta dalam memenuhi kebutuhan layanan ICT. Pernyataan Menteri dan Ketua Perbanas ini dapat menjadi sinyal bahwa akan terjadi booming permintaan jasa Application Service Providers, termasuk webhosting. Berapa besar potensinya? Jawaban common sense: “sama besarnya dengan jumlah anggaran Pemerintah, Perbankan dan perusahaan – perusahan di sektor lain yang berniat untuk melakukan webhosting’.Ini artinya akan ada switch anggaran dari semula membeli dan mengoperasikannya sendiri, menjadi biaya operasi (opex) dengan menyewanya dari penyedia jasa outsourcing atau atau dalam konteks layanan Internet penyedia webhosting.
3. Saran Anda, apa saja yang mesti dipertimbangkan ketika memilih web hosting?
Jangan hanya melihat murahnya saja. Perlu perhatikan kualitas manajemen dan SDM penyedia webhosting, apakah mereka tergolong orang yang memiliki kompetensi yang memadai dalam mengelola bisnis webhosting. Caranya mudah, ajukan pertanyaan teknis dan manajerial standar yang dari situ kit adapat melihat apakah mereka mengelola jasa webhostingnya secara serius atau hanya sekedar hobby. Perhatikan juga fasilitas yang dimiliki, apakah tersedia layanan call center 24 jam, apakah mereka menggunakan gedung milik sendiri atau menyewa dari pihak lain, perhatikan aspek keamanan, di mana lokasinya (kemungkinan kebanjiran), perhatikan pula apakah di data center yang ditawarkan sebagai lokasi colocation/webhosting tersedia sarana standar sebagaimana layaknya data center seperti pemadam kebakaran otomatis, detektor panas/asap, air handling unit, dan lain sebagainya). Juga perhatikan fleksibilitas pembayaran, apakah dapat dibayar setiap bulan atau harus sekaligus satu tahun. Jika mungkin hindari pembayaran sewa sekaligus satu tahun di depan. Tanyakan juga apakah lokasi dan layanan webhosting diasuransikan untuk bahaya kebakaran, pencurian, banjir, dan resiko – resiko lainnya.
4. Bagaimana prospek bisnis web hosting ini ke depannya?
Setiap kali saya ditanya prospek bisnis, jawaban saya kuang labi serupa. Prospek tidak saja ditentukan oleh faktor eksternal (perkembangan permintaan pasar, teknologi, regulasi, dan kompetisi) saja, namun juga dipengaruhi oleh: bagaimana kita memperkuat eksistensi diri (individu atau perusahaan), bagaimana kita membangun dan mengimplementasikan strategi, dan bagaimana kita menentukan ukuran keberhasilan. Jadi prospek bisnis merupakan fungsi dari interaksi faktor-faktor eksternal dan internal. Dengan konsepsi seperti ini, saya membagi prospek bisnis webhosting ke dalam dua kelompok. Pertama, prospek bisnis webhosting dilihat dari kacamata makro dan kedua dilihat dari kacamata mikro.
Dari sudut pandang makro, yang berpengaruh adalah fakor – faktor eksternal. Permintaan akan semakin besar, harga teknologi secara umum akan semakin murah, sementara regulasi yang mengatur menghambat atau mendorong pertumbuhan bisnis webhosting belum akan muncul dalam satu atau dua tahun ke dapan, dan entry barrier untuk masuk ke bisnis webhosting relatif akan semakin mudah. Artinya meski permintaan akan semakin meningkat, namun memerhatikan akses ke teknologi semakin murah dan rendahnya entry bagi pendatang baru, sementara regulasi tidak menghambat atau sebaliknya tidak pula mendukung, maka faktor dominan yang akan menentukan besar kecilnya prospek bisnis webhosting melekat pada kondisi mikro, yakni pada masing –masing perusahaan apakah dapat mengelola sumber daya bisnisnya secara kompetitif.



mas,,,mau tanya satu,,,saya bukan dari perusahaan tapi saya mau nyoba bisnis webhosting,,caranya gimana????apa saya harus menyewa server di ISP nya atau gmana???tolong kasih tau lebih detail lagi tentang memulai bisnis web hosting
sebenernya saya pengin banget tuh bisnis webhosting. tapi kok saya masih ragu untuk memulai ya. seberapa besar sih keuntungannya? susah ngak?
terus terang saya orang baru yang pengin wiraswasta, habis cari kerja susah banget, mana ijazah cuma SMU aja.
saya bingung mau usaha apa nih?